Walaupun mengutip dari website tetangga, namun ada benarnya sebagai penyadaran, menciptakan keyakinan, tekad untuk bangkit.
Mudah²an ada hikmah untuk saya pribadi, para blogger dan pembaca.
Terimakasih kepada Milagros, mohon ijin mengambil sedikit kutipannya.
Sumber : http://www.milagros.co.id
Banyak dari kita terlahir dalam sekian banyak
masalah dan kesusahan emosional, dan tak jarang hal ini menjadikan kita
sebagai korban yang penuh kepahitan dan kebencian. Ketika
kondisi-kondisi ini menjadi liar dan di luar kendali kita, acap kali hal
ini mengancam serta mematikan impian dan harapan kita. Dalam kondisi
seperti ini, mudah sekali bagi kita mencari alasan dan mencari
kesalahan, atau bahkan mengutuk hampir segala hal yang berada di
sekeliling kita. Mungkin kita akan mencari teman, atau pendapat para
pakar yang dapat menguatkan amunisi kita untuk mengkambing-hitamkan
keadaan, untuk membenarkan kenelangsaan kondisi kita, menghujat cara
yang salah tentang bagaimana kita dibesarkan, ataupun menyesali faktor
keturunan sebagai penyebab segala kemalangan dan kesengsaraan dalam
kehidupan kita, sehingga kita semakin larut dalam mengasihani diri
sendiri.
Mungkin ada dari kita yang mempunyai Ayah yang
meninggalkan kita ketika kita masih kecil, atau seorang paman yang telah
dengan keji melecehkan kita. Masalah-masalah ini sungguh merupakan hal
yang nyata. Ketidak-adilan dan pengalaman-pengalaman yang tidak
manusiawi ini sering kali memberikan efek dahsyat, sehingga hal-hal
seperti itu sering kali mempengaruhi cara pandang kita akan masa depan.
Namun apakah semua itu layak menjadikan diri kita sebagai orang yang
patut mempertahankan keadaan hidup kita dalam kondisi yang miskin dan
mengenaskan? Banyak orang yang juga memiliki akar permasalahan yang
kurang lebih sama dengan kita, akan tetapi mereka telah berhasil
menjadikannya sebagai pijakan untuk merubah masa depan mereka menuju ke
kehidupan yang lebih baik. Apa yang membedakannya hingga 180 derajat
dengan orang kebanyakan? Jawabannya adalah KEYAKINAN.
Masing-masing dari kita memiliki kisah hidup
sendiri-sendiri, namun sadarilah bahwa pikiran kitalah yang menciptakan
dunia kita. Kita tidak akan menjadi individu dengan mentalitas korban
kecuali kita yang menghendakinya demikian. Camkan pepatah berikut ini:
“Bukanlah gigitan ular yang mematikan, melainkan mengejar ularlah yang
mendorong racunnya ke dalam jantung”. Jadi… cara terbaik menciptakan
masa depan kita adalah dengan cara menciptakannya. Sungguh tidak ada
syarat lain untuk menjadikannya demikian, selain etos kerja untuk
mengikuti rencana perbaikan hidup kita dan hasrat yang besar untuk
meyakini bahwa hal ini bisa terjadi.